Biaya hukum G-Dragon untuk kasus tuduhan narkoba baru-baru ini diperkirakan mencapai 2 miliar KRW (sekitar US$1,5 juta)
3 mins read

Biaya hukum G-Dragon untuk kasus tuduhan narkoba baru-baru ini diperkirakan mencapai 2 miliar KRW (sekitar US$1,5 juta)

G-Dragon, anggota grup K-Pop populer Big Bang, saat ini menjadi sorotan karena ia membantah tuduhan keterlibatannya dalam aktivitas terkait narkoba. Pergantian peristiwa yang tiba-tiba ini menarik perhatian para penggemar dan masyarakat luas yang tak sabar menantikan terungkapnya kisah hukum ini.

Hal yang paling menonjol dalam kasus ini adalah keputusan G-Dragon untuk mendapatkan perwakilan hukum dari sebuah firma hukum ternama. Khususnya, pengacara utama di firma ini adalah mantan hakim Mahkamah Konstitusi yang kini berspesialisasi dalam kasus pembelaan. Pilihan strategis ini menggarisbawahi betapa seriusnya pendekatan G-Dragon terhadap situasi ini. Reputasi ahli hukum tersebut diperkirakan akan menghasilkan bayaran yang besar, dengan perkiraan berkisar antara 500 juta hingga 2 miliar KRW (sekitar US$370 ribu hingga US$1,5 juta), tergantung pada kompleksitas kasusnya.

Ketika dihadapkan dengan tuduhan tersebut, tanggapan langsung G-Dragon adalah ketidakpercayaan. Menurut orang-orang yang dekat dengannya, dia membantah adanya komunikasi dengan polisi dan menyatakan kekesalannya atas tuduhan tersebut. Penting untuk dicatat bahwa larangan perjalanan yang dikenakan padanya dianggap sebagai persyaratan prosedural dan bukan pengakuan bersalah. Meskipun hal ini tidak secara tegas membuktikan bahwa dia tidak bersalah, hal ini menggarisbawahi perlunya penyelidikan yang komprehensif dan tidak memihak.

Latar belakang kontroversi ini adalah penyelidikan yang dilakukan oleh Badan Kepolisian Provinsi Incheon. Mereka sedang menyelidiki dugaan pelanggaran undang-undang pengendalian narkoba yang melibatkan G-Dragon dan aktor Lee Sun Gyun. Khususnya, penyelidikan ini terjadi lebih dari satu dekade setelah kasus hukum G-Dragon sebelumnya, yang berpusat pada penggunaan ganja di sebuah klub Jepang pada tahun 2011.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan melalui kuasa hukumnya, G-Dragon dengan tegas membantah terlibat dalam konsumsi narkoba dan menjauhkan diri dari tuduhan yang ada saat ini. Dia menekankan bahwa laporan berita tidak sesuai dengan fakta sebenarnya dari kasus tersebut, dan meyakinkan publik bahwa dia bekerja sama dengan sepenuh hati dengan otoritas investigasi.

Ketika penyelidikan terus berkembang, para ahli hukum terus memantau situasinya. Yang Ji Minseorang pengacara yang diwawancarai oleh YTN‘S Berita Luas, memberikan wawasan berharga tentang kasus ini. Meskipun G-Dragon tetap menyangkal melakukan kesalahan apa pun, Ji Min menekankan bahwa keterlibatannya dalam penyelidikan menunjukkan adanya bukti kuat. Dia memperingatkan bahwa strategi G-Dragon, apakah membantah atau mengakui kesalahan, memerlukan pertimbangan yang hati-hati. Jika G-Dragon terbukti menggunakan narkoba, waktu dugaan aktivitasnya bisa menjadi faktor penting. Jika penggunaan narkoba terjadi bertahun-tahun yang lalu, hal ini dapat digunakan sebagai pembelaan untuk menyatakan bahwa bukti-bukti tersebut sudah ketinggalan zaman dan tidak dapat diandalkan. Selain itu, menyatakan ketidaktahuan atau resep medis untuk penggunaan narkoba mungkin merupakan strategi pertahanan yang potensial.

Masa depan G-Dragon masih belum pasti saat ia menghadapi tuduhan serius terkait penggunaan narkoba. Dukungan yang tak tergoyahkan dari para penggemarnya dan masyarakat terlihat jelas, dan banyak yang menunggu hasil penyelidikan yang sedang berlangsung. Pilihan perwakilan hukum G-Dragon menunjukkan tekadnya untuk membersihkan namanya dan melindungi reputasinya. Meskipun kasus ini masih berlangsung, hal ini menjadi pengingat bahwa bahkan tokoh paling ikonik pun tidak kebal terhadap pengawasan hukum, dan jalan menuju pembenaran mungkin panjang dan rumit.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *