Fans dan netizen berbeda pendapat karena pakaian provokatif Kwon Eun Bi selama penampilan festival baru-baru ini
2 mins read

Fans dan netizen berbeda pendapat karena pakaian provokatif Kwon Eun Bi selama penampilan festival baru-baru ini

Kwon Eun Bi baru-baru ini menjadi pusat kontroversi karena pakaian terbuka yang ia kenakan saat tampil di festival kampus kepolisian pada tanggal 20 September.

Pakaiannya, yang terdiri dari rok tenis hitam yang dipadukan dengan atasan tembus pandang, menyebabkan perdebatan sengit dan menimbulkan perpecahan pendapat di kalangan fanbase dan netizen.

Sambil membawakan lagu”Di bawah air” Dan “Kilat,” Kwon Eun Bi mengenakan atasan terbuka. Dimodifikasi secara unik menyerupai desain baju renang, atasan tersebut menggunakan bahan tembus pandang, memperlihatkan tidak hanya belahan dadanya tetapi juga lingkar pinggangnya. Pakaian terbaru penyanyi ini memicu gelombang perdebatan sengit dari publik .


Di tengah keributan tersebut, beberapa kritikus menuding agensi Kwon Eun Bi, dengan alasan bahwa agensi tersebut menggunakan pakaian terbuka untuk membuat artisnya menjadi seksual.

Hal ini memicu seruan untuk perubahan stylist Kwon Eun Bi. Banyaknya komentar di media sosial mencerminkan kegelisahan penggemar atas isu ini, dengan sentimen seperti, “Mereka melakukan seksualisasi berlebihan terhadap artis mereka”, “Pakaian Festival Bom Airnya juga terbuka”, dan “Mengapa tiba-tiba mendandaninya seperti ini?” membanjiri platform.


Namun, ada juga yang menafsirkan situasi tersebut dari sudut pandang berbeda.

Beberapa pendukung menyatakan, “Tidak bisakah seorang penyanyi wanita mengenakan pakaian seperti itu?” dan berpendapat bahwa Kwon Eun Bi hanya mengekspresikan dirinya melalui pilihan pakaiannya. Mereka pun membalas kritik tersebut dengan mengatakan, “Dia tidak membeberkan apa pun, apa masalahnya?” dan memuji estetikanya dengan mengatakan, “Pakaiannya sangat cocok untuk Kwon Eun Bi.”

Kontroversi ini mencerminkan kejadian masa lalu dalam industri K-pop. Contohnya, HwaSa sebelumnya mendapat reaksi keras atas kekhawatiran akan ketidaksenonohan publik selama penampilannya di festival universitas.

Laporan media mengindikasikan bahwa Hwa Sa telah menampilkan gerakan tarian yang provokatif selama kolaborasinya dengan rapper lokasi pada lagu “Jangan Memberi.” Insiden ini meningkat ketika sekelompok orang tua mengajukan pengaduan terhadap HwaSa, dengan tuduhan melakukan tindakan yang tidak senonoh. Hal ini mengakibatkan kontroversi yang dipublikasikan, bahkan HwaSa menanggapi komentar kebencian di sebuah variety show dan menitikkan air mata.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *