Kontroversi seputar tanggapan Sakura terhadap kritik pertunjukan langsung
1 min read

Kontroversi seputar tanggapan Sakura terhadap kritik pertunjukan langsung

Di tengah diskusi yang sedang berlangsung tentang pertunjukan langsung LE SSERAFIM di Festival CoachellaSakura membahas kontroversi tersebut di platform penggemar, memicu perdebatan lebih lanjut.

Pada tanggal 15 April KST, Sakura berbagi refleksinya atas kritik yang didapat selama penampilan mereka di Festival Coachella di AS, mengungkapkan sudut pandangnya dalam bahasa Jepang. Dia merenungkan esensi dari berada di atas panggung, mempertanyakan apakah ini semata-mata tentang eksekusi yang sempurna atau tentang menciptakan pengalaman yang mengesankan bagi penonton. Dia bertujuan untuk menciptakan panggung yang beresonansi dengan penonton, meninggalkan kenangan indah pada mereka pada hari itu.

Mengakui potensi ketidakdewasaan di mata sebagian orang, Sakura menegaskan bahwa penampilan Coachella mereka adalah yang terbaik yang pernah mereka bawakan, menekankan pentingnya memercayai perasaan seseorang terlepas dari opini eksternal.

Set Coachella LE SSERAFIM, yang terdiri dari 10 lagu berdurasi 40 menit, mendapat pujian dari media asing atas eksekusi yang aman di tengah respons penonton yang antusias. Namun, pemirsa online mencatat kekurangan dalam keterampilan live mereka, sehingga memicu reaksi beragam berupa dukungan dan kritik.

Setelah pernyataan Sakura, sentimen publik dalam komunitas K-pop telah berubah menjadi negatif, dengan beberapa orang yang tidak menyetujui rasionalisasinya. Komentar yang menyindir ‘pola pikir Jepang’ telah memicu kritik terhadap anggota grup K-pop lainnya yang berasal dari Jepang.

Diskusi diperluas hingga mencakup evaluasi anggota Jepang di berbagai kelompok, dengan komentar menyentuh posisi vokal, keterampilan, dan konteks sejarah mereka. Beberapa mempertanyakan perlunya anggota Jepang, sementara yang lain membela diri terhadap diskriminasi berdasarkan kewarganegaraan, menyoroti contoh keberhasilan anggota Jepang di K-pop.

Di tengah wacana tersebut, muncul suara-suara yang mendukung kritik menyeluruh terhadap anggota Jepang dan mengutuk pernyataan diskriminatif berdasarkan kebangsaan.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *