Polisi meluncurkan penyelidikan terhadap seorang influencer Korea yang berkeliling meminta pria untuk menyentuh payudaranya
1 min read

Polisi meluncurkan penyelidikan terhadap seorang influencer Korea yang berkeliling meminta pria untuk menyentuh payudaranya

Polisi di Seoul telah melancarkan penyelidikan Ah masukseorang influencer media sosial, yang turun ke jalan di Hongdae hanya dengan mengenakan kotak kardus dan mengajak pria untuk menyentuh payudaranya.

Pada tanggal 23 Oktober, Kantor Polisi Mapo mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki Ah In karena melakukan tindakan tidak senonoh di depan umum, yang berpotensi dikenakan hukuman termasuk penjara hingga satu tahun dan denda hingga 5 juta KRW (3,723 USD).

Menurut tuduhan, Ah In mengizinkan orang yang lewat untuk menyentuh tubuhnya melalui lubang di kotak saat dia berada di depan umum. Insiden tersebut direkam dalam video dan kemudian diunggah ke platform media sosial, sehingga memicu protes luas.


Perbuatan tersebut termasuk dalam Pasal 245 yang dikenal dengan istilah ‘Pencabulan di Depan Umum’ KUHP, yaitu suatu delik yang diakui apabila perbuatan cabul dilakukan di tempat umum sehingga menyebabkan pemirsanya merasa tidak nyaman atau malu secara seksual. Kenalan Ah In, yang terlibat dalam insiden tersebut, juga sedang diselidiki atas tuduhan serupa.

Ah In pertama kali memicu perhatian publik ketika ia muncul di jalanan Apgujeong, dengan tulisan ‘Angel Box Girl’ di kotak kardusnya. Dalam sebuah wawancara dengan sebuah surat kabar pada tanggal 14 Oktober, ia mengungkapkan pekerjaannya sebagai aktris dan model AV (video dewasa) Korea serta pengalaman masa lalunya bekerja di bar karaoke.

Membenarkan tindakannya di depan umum, Ah In berpendapat, “Saya merasa aneh bahwa ketika seorang pria melepas bajunya di depan umum, itu dianggap normal, tetapi ketika seorang wanita melakukan hal yang sama, dia dihukum. Tindakan ini merupakan tantangan performatif terhadap standar ganda tersebut.”

Lebih lanjut, sambil mengungkapkan ketidakpeduliannya terhadap orang asing yang menyentuh payudaranya, dia berkata, “Itu tidak mengganggu saya. Saya bangga dengan payudara saya dan saya ingin memamerkannya. Saya tidak ingin menyentuh payudara distigmatisasi atau dianggap tabu.”

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *